Langsung ke konten utama

Lembaga Sensor Film Memberikan 21+ Di Film" Satu Hari Nanti



Evergreen Pictures sebagai rumah produksi dari Film Satu Hari Nanti dan sutradara Salman Aristo meminta kepada Lembaga Sensor Film (LSF) agar memberi rating penonton 21 ke atas untuk sebuah film, bukanlah hal yang mudah dilakukan.

"Pilihan rating memang sengaja 21 tahun ke atas. Bahkan, saat kami submit ke LSF, kami langsung minta untuk 21+, dan tidak bisa dikonsumsi untuk 21 tahun ke bawah, kalau dianalogikan, kami enggak akan mungkin membicarakan obrolan anak SMA di depan anak SD,"ujar produser Dienan Silmy, di Epicentrum Jakarta 05 Desember 2017.

"Data analisa pasar saat ini, potensi pemasukan pasar di usia 21-35 sedang naik-naiknya. Mungkin karena mereka sudah bisa di tahap heavy cost," ujarnya.

Berdasarkan riset yang dilakukan pihak Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di 16 kota besar pada 2016 lalu, menyatakan bahwa penonton film Indonesia berusia 25-38 berada di posisi kedua, selain itu, Salman mengaku tak mau setengah-setengah dalam menggarapnya.

Film satu Hari Nanti ini bergenre drama yang disutradai langsung oleh sang penulis cerita yaitu Salman Aristo, Film ini akan memberikan keindahan pemandangan alam benua Eropa, dan berkolaborasi dengan pemerintahan Swiss yang menawarkan beberapa kota dan tempat wisata di negara tersebut sebagai latar cerita dalam film seperti Kota Thun dan Interlaken serta gunung tertinggi di Eropa, Jungfraujoch.

memilih empat aktor dan aktris ternama sebagai pemain utama film ini. Deva Mahendra yang
memerankan Bima sebagai seorang musisi dan pencipta lagu. Adinia Wirasti memerankan Alya sebagai seorang Myang cerdas dan
berprestasi. Ringgo Agustina memerankan Din sebagai seorang emandu Wisata. Terakhir Ayushita memerankan Chorina sebagai seorang manajer hotel. Film yang sudah memulai proses syutingnya pada November 2016 lalu.

Film Satu Hari Nanti menjalani proses syuting di Swiss. memang direncanakan akan sangat menonjolkan keindahan Swiss seperti yang nampak pada posternya.

Seluruh proses produksi yakni 99 persen cerita dikerjakan di Swiss tanpa ada akal-akalan membuat set pengambilan gambar di Indonesia.

Kota-kota yang menjadi latar cantik siap memanjakan mata para penonton. Sebut saja Thun, sebuah kota kecil yang memiliki danau yang indah dengan kastil tua dan sungai kecil yang bisa menjawab sejarah kota ini.

Kota Interlaken berada di antara dua danau besar, yakni danau Brienz dan
Danau Thun. Spot ini sangat terkenal dan diminati oleh para wisatawan.

Tak ketinggalan pula resort wisata Jungfraujoch yang terletak di antara Puncak Jungfrau dan Puncak Monch yang masih merupakan bagian dari pegunungan Alpen yang terkenal itu. Untuk sampai ke sana, para kru film menempuh perjalanan dengan kereta api selama dua jam. Lokasi ini pernah dijadikan sebagai lokasi syuting film James Bond "On Her Majesty's Secret Service.

Rumah-rumah khas di Brienzjuga akan menjadi latar belakang film. Arsitektur rumahnya memang khas karena merupakan warisan budaya tradisional Swiss. Banyak warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO di Kota Bern berupa gedung dan
bangunan klasik yang dijaga agar tetap seperti dulu.

Film Satu Hari Nanti menceritakan, kehidupan dua pasang kekasih yang tengah menghadapi kegelisahan dalam membangun sebuah komitmen di negeri orang, Bima dan Alya sebagai sepasang kekasih yang hidup bersama di Swiss untuk berusaha mengejar mimpi keduanya masing masing. Rasa takut dan waspada
berada di Negeri orang lain menjadi modal mereka untuk mengandalkan dan bertahan satu sama lain. Namun, tepat pada perayaan hari jadi Bima dan Alya kisah mereka berubah ketika sepasang kekasih yang tidak lain adalah sahabat mereka yaitu Din dan Chorina datang. Ada sesuatu yang menarik bagi Bima atas kehadiran Chorina, Begitu juga dengan Alya yang merasakan perbedaan ketika Din datang dan menjadi penyemangat dalam hidupnya yang selama ini ia tak pernah rasakan bersama Bima. Sampai pada akhirya mereka saling bertukar pasangan, saling berusaha bahagia, dan saling menyakiti. Hingga mereka dihadapkan dengan pilihan yang mengharuskan mereka bisa menjadi lebih dewasa lagi.

Produser: Dienan Silmy
Sutradara : Salman Aristo
PenuHs: Salman Aristo
Produksi : Evergreen Pictures

Pemain:
Adinia Wirasti, Deva Mahenra, Ayushita Nugraha, Ringgo Agus Rahman, Donny Damara dan Maudy Kusnaidi

Akan tayang pada 07 Desember 2017.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

IPC Pelabuhan Indonesia II Persero luncurkan PT PII Pelabuham Indonesia Investama

IPC Pelabuhan lndonesia ll (Persero) meluncurkan lagi anak perusahaan baru yg bergerak khusus di bidang investasi bernama PT Pelabuhan lndonesia Investama (PII). Peluncuran anak usaha IPC ke-17 ini diresmikan oleh Direktur Utama IPC, Elvyn G, Hasassya serta turut hadir jajaran Direksi IPC Group, perwakilan asosiasi, penyedia jasa serta lembaga keuangan dan perbankan, BUMN, dan pengguna jasa IPC. Komposisi Kepemilikan modal dari PT Pelabuhan lndonesia Investama (Pil) adalah 99% milik lPC dan 196 milik PT Multi Terminal indonesia yang juga merupakan salah satu anak perusahaan iPG. Anak Perusahaan ke 17 dari lPC ini akan dipimpin oleh Randy Pangalila sebagai Direktur Utama. dan Iman Rachman yang juga Direktur Keuangan IPC bertindak sebagai Komisaris Utama PII memiliki visi menjadi Perusahaan investasi yang terkemuka di sektor kepelabuhanan dan pendukungnya yang bertujuan untuk menciptakan nilai yang maksimal bagi stakeholders melalui standar pengelolaan yang berkelas dunia. Hingga 2...

Adventure-Drama Karya Yang Berbeda Dari Screenplays Pictures Di Film 'BUFFALO BOYS'

Infinite Studios bekerja sama dengan Zhao Weil Films dan Screenplay Infinite Films, menghadirkan film 'Buffalo Boys' film adventure -drama bernuansa masa penjajahan belanda di Indonesia, mengambil latar tempat Jawa Tengah pada abad ke-19.Jajaran artis yang bermain di film ini antara lain, seperti Ario Bayu, Yoshi Sudarso, Pevita Pearce, Tio Pakusadewo, Mikha Tambayong, Hannah Al Rasyid, Zack Lee, Happy Salma dan Alex Abad. Inti dari cerita film ini adalah dua kakak adik,Jamar (Ario Bayu) dan Suwo (Yoshi Sudarso) yang ingin membalas dendam ayah mereka. Ayah dua bersaudara ini diasingkan di Amerika. Sutradara Buffalo Boys Mike Wiluan mengatakan film ini memakai sejarah indonesia yang sangat dalam dengan campuran seperti western. ltulah konsep yang dipakai oleh Mike dan genre tersebut dikatakannya sudah populer sejak lama, khusus dari Indonesia, ada rasa budaya Indonesia di filmnya. budaya Indonesia di filmnya. "Sebetulnya itu (yang) muncul di Buffalo Boys," uj...

Gaido Travel & Tours Mitra Setia Melayani Haji, Umrah Anda Selama Lima Belas Tahun Di Indonesia.

Eksistensi Gaido Travel dijagat bisnis penyelenggaran haji, umrah dan halal travel makin diperhitungkan berbagai pihak. Lewat berbagai inovasinya, ke-15 tahun, Gaido Travel makin mengukuhkan diri sebagai biro travel haji, umrah dan halal travel to be no. 1 di Indonesia. Gaido Travel & Tours (Gaido Travel) terus membuktikan diri sebagai perusahaan penyelenggara haji khusus, umrah dan halal travel yang terbaik dan terdepan. Tidak hanya itu, Gaido Travel juga menunjukkan kepiawaiannya dalam melakukan inovasi yang tiada henti. Harus diakui, jargon Gaido Travel to be No. 1 in Indonesia yang pada 2015 lalu itu, telah membuktikan sebagai biro perjalanan haji, umrah clan halal travel di Indonesia yang menerapkan sistem franchise (waralaba). Gaido Travel juga menjadi travel haji dan umrah pertama yang dapat diakses melalui smartphone Android dan Apple lewat aplikasi GooglePlay dan AppStore. Aplikasi itu diluncurkan, pada 14 November 2015 di acara International Islamic Expo 2015-Th...