Langsung ke konten utama

HOOQ FILMMAKERS GUILD 2018 Mengundang Semua Sineas Di Asia Berpartisipasi



H00Q layanan Video on Demand terbesar di Asia Tenggara memulai pencarian naskah terbaik berikutnya yang akan diproduksi menjadi serial penuh dan ditayangkan di HOOQ, setelah sukses dimusim pertamanya, melalui HOOQ Filmmakers Guild musim kedua. hadir tahun lagi di tahun ini untuk musim kedua.

HOOQ Filmmakers Guild merupakan proyek besar di tingkat Asia Tenggara daiam membantu para sineas berbakat untuk merealisasikan ide mereka menjadi serial TV. Melanjutkan kesuksesan di 2017. format penjurian akan mengikuti aturan yang sarna di jajaran juri yang terdiri dari para sineas papan atas Asia bersama pelanggan HOOQ akan menentukan pemenang yang naskahnya akan diproduksi secara keseluruhan.

"HOOQ Filmmakers Guild adalah platform berharga bagi para sineas berbakat Asia untuk menampilkan karya terbaiknya ke publik Asia. Kesuksesan musim pertama dan respon positif dari masyarakat terhadap HOOQ Filmmakers Guild, maka kami untuk kembali menggelar musim kedua. Kompetisi ini merupakan bukti komitmen HOOQ untuk mendukung industri film Asia dengan memberikan kesempatan kepada para sineas berbakat Asia untuk mewujudkan karya mereka menjadi serial TV yang berkualitas.” ujar Guntur Siboro, Country Director HOOQ, di Harum Manis Resto Jakarta pada 4 Juni 2018.

Sutradara pemenang penghargaan asal Indonesia Mouly Surya kembali menjadi juri dari kompetisi ini. Mouly akan memilah naskah yang masuk dari Indonesia untuk disandingkan dengan naskah dari negara lain. Bersama juri dari negara lain, Mouly akan memilih enam naskah terbaik sebagai finalis. Tidak hanya memilih naskah terbaik, Mouly juga akan memberikan filmmaking workshop bagi finalis di lndonesia.

HOOQ pun mengundang pelaku film profesional, baik sutradara, produser ataupun penulis naskah untuk mengirimkan naskah dan treatment (sketsa skenario) mereka untuk serial TV, lima naskah terbaik akan mendapatkan pendanaan sebesar USD$30.000 untuk diproduksi menjadi episode perdana yang akan tayang di HOOQ. Pendaftaran terbuka untuk peserta dari Singapura, Thailand, lndonesia, lndia, Filipina Vietnam, Malaysia dan Kamboja Naskah terbaik akan diproduksi secara keselumhan dan akan tayang secara ekskiusif di HOOQ pada 2019.

Pendaftaran untuk HOOQ Filmmakers Guild 2018 dimulai pada Mei- 31 Juli
2018. dengan syarat profesional di industri film yang berpengalaman dalam memproduksi film. Peserta diharuskan mengirim naskah untuk serial penuh, 13 episode untuk satu musim. Tidak ada batasan genre. namun proposal dan produksi harus menggunakan bahasa lokal dari negara mana peserta tersebut berasal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kolaborasi Tokopedia Dengan 8 Desainer Lokal Ternama Hadirkan Koleksi Eksklusif Kulturtama Di IFW 2018

Perusahaan marketplace terdepan di Indonesia, Tokopedia, menjalin kolaborasi dengan delapan desainer ternama Indonesia untuk menampilkan koleksi eksklusif di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2018. Mengusung tema Kulturtama, para desainer dengan enam label fashion ini akan merefleksikan budaya Indonesia dalam karya terbaru mereka yang akan mewarnai perkembangan fashion Indonesia tahun ini. “Keragaman budaya adalah salah satu elemen utama yang memberikan identitas unik pada industri fashion Indonesia. Tokopedia percaya bahwa dengan ekosistem yang tepat, pengembangan industri fashion berbasis kebudayaan lokal berpotensi besar menjadi penggerak ekonomi nasional. Karena itu, Tokopedia sangat menyambut baik kolaborasi bersama IFW 2018 dan para desainer Indonesia melalui koleksi bertema Kulturtama,“ ujar Melissa Siska Juminto, COO Tokopedia pada 31 Maret 2018, di Jakarta Convention Center. Melissa menjelaskan bahwa kolaborasi ini juga merupakan bagian dari komitmen Tokopedia untuk m...

IPC Pelabuhan Indonesia II Persero luncurkan PT PII Pelabuham Indonesia Investama

IPC Pelabuhan lndonesia ll (Persero) meluncurkan lagi anak perusahaan baru yg bergerak khusus di bidang investasi bernama PT Pelabuhan lndonesia Investama (PII). Peluncuran anak usaha IPC ke-17 ini diresmikan oleh Direktur Utama IPC, Elvyn G, Hasassya serta turut hadir jajaran Direksi IPC Group, perwakilan asosiasi, penyedia jasa serta lembaga keuangan dan perbankan, BUMN, dan pengguna jasa IPC. Komposisi Kepemilikan modal dari PT Pelabuhan lndonesia Investama (Pil) adalah 99% milik lPC dan 196 milik PT Multi Terminal indonesia yang juga merupakan salah satu anak perusahaan iPG. Anak Perusahaan ke 17 dari lPC ini akan dipimpin oleh Randy Pangalila sebagai Direktur Utama. dan Iman Rachman yang juga Direktur Keuangan IPC bertindak sebagai Komisaris Utama PII memiliki visi menjadi Perusahaan investasi yang terkemuka di sektor kepelabuhanan dan pendukungnya yang bertujuan untuk menciptakan nilai yang maksimal bagi stakeholders melalui standar pengelolaan yang berkelas dunia. Hingga 2...

Adventure-Drama Karya Yang Berbeda Dari Screenplays Pictures Di Film 'BUFFALO BOYS'

Infinite Studios bekerja sama dengan Zhao Weil Films dan Screenplay Infinite Films, menghadirkan film 'Buffalo Boys' film adventure -drama bernuansa masa penjajahan belanda di Indonesia, mengambil latar tempat Jawa Tengah pada abad ke-19.Jajaran artis yang bermain di film ini antara lain, seperti Ario Bayu, Yoshi Sudarso, Pevita Pearce, Tio Pakusadewo, Mikha Tambayong, Hannah Al Rasyid, Zack Lee, Happy Salma dan Alex Abad. Inti dari cerita film ini adalah dua kakak adik,Jamar (Ario Bayu) dan Suwo (Yoshi Sudarso) yang ingin membalas dendam ayah mereka. Ayah dua bersaudara ini diasingkan di Amerika. Sutradara Buffalo Boys Mike Wiluan mengatakan film ini memakai sejarah indonesia yang sangat dalam dengan campuran seperti western. ltulah konsep yang dipakai oleh Mike dan genre tersebut dikatakannya sudah populer sejak lama, khusus dari Indonesia, ada rasa budaya Indonesia di filmnya. budaya Indonesia di filmnya. "Sebetulnya itu (yang) muncul di Buffalo Boys," uj...