Langsung ke konten utama

MNC Pictures Menhadirkan Film "CHRISYE" In Memory




MNC Pictures bersama Vito Global Visi menggelar acara Gala Premiere film Chrisye, di  Epicentrum XX1  Jakarta 01 Desember 2017.
Acara ini dihadiri oleh sutradara Rizal Mantovani, pemain Vino G. Bastian, Velove Vexia, Ray Sahetapy, Andi Arsyil, Dwi Sasono, dan seluruh pemain pendukung lainnya. Tidak hanya itu, Gala Premiere film Chrisye juga dihadiri oleh sejumlah pejabat, film maker, aktor, dan deretan musisi lndonesia.

Setelah Gala Premiere ini, film Chrisye akan melakukan promo dengan serangkaian special screening dan nonton bareng di Jabodetabek serta beberapa kota yaitu Yogyakarta, Solo. Palangkaraya, Cirebon, Bandung, Makassar, Semarang, Palembang, dan Padang.

Penyanyi legendaris Indonesia, Chrismansyah Rahadi atau yang lebih dikenal dengan nama Chrisye (Vino G. Bastian) ketika ia mendapatkan tawaran untuk bermain di New York tahun 1973. Keputusan yang tidak mudah untuk pergi ke New York, karena selain tidak disetujui orangtua itu berarti ia harus meninggalkan bangku kuliah. Akan menceritakan kisah perjalanan Chrisye dari tahun 1970'an, 1980'an hingga tahun 1990'an. Pernikahannya dengan Damayanti Noor (Velove Vexia) membuat babak baru dalam kehidupan Chrisye. Film ini menceritakan kisah hidup perjalanan Chrisye dari sudut pandang

Film drama biopic dengan pihata ansine matograii oleh Yadi Sugandi ini mengangkat sejumlah konflik nyata yang dialami oleh alm. Chrisye sepanjang hidupnya. Sejak remaja, dia harus menentang ayahnya yang menginginkan Chrisye menjadi seorang insinyur. Chrisye diam-diam bermusik dan berjuang membuktikan bahwa bermusik memang pilihan hidupnya dengan lagu Lilin-Ulin Kecil, Aku Cinta Dia dan masih banyak lagi. Pencarian jati diri Chrisye terus berlanjut. Menikah dengan Yanti, menjadi mu'alaf dan berkeluarga membuka cakrawala baru Chrisye dalam memandang hidup tapi juga menambah kegelisahan baru. Meskipun Chrisye sudah menjadi penyanyi hebat. dia merasa khawatir tidak bisa menafkahi keluarganya hanya dengan kemampuan bernyanyi hingga Chrisye sempat memutuskan untuk berhenti menyanyi.

Kegelisahan demi kegelisahan membawa Chrisye kedalam perjalanan Spiritual yan panjang. Pencarian hakiki tentang makna hidup inilah yang mendasari Chrisye dalam menciptaka lagu ”Ketika Tangan dan Kaki Berkata" yang liriknya ditulis oleh Taufik ismail. Saat itulah, Chris
benar-benar menemukan titik balik dalam kehidupan dan karir musiknya.

Mulai tayang 07 Desember 2017 di biskop seluruh Indonesia.

Executive Producer:
Affandi Abdul Rachman
Toha Essa

Producer:
Rissa Putri
Damayanti Noor
Setyoro S
Rini Noor

Creative Producer:
Lukman Sardi

Sutradara:
Rizal Mantovani

Para pemain diantaranya
Vino G. Bastian, sebagai Chrisye
Vetove Vexca, Damayanti Noor
Ray Sahetapy, Ayah Chrisye

Skenario:
AHM SUDlO





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kolaborasi Tokopedia Dengan 8 Desainer Lokal Ternama Hadirkan Koleksi Eksklusif Kulturtama Di IFW 2018

Perusahaan marketplace terdepan di Indonesia, Tokopedia, menjalin kolaborasi dengan delapan desainer ternama Indonesia untuk menampilkan koleksi eksklusif di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2018. Mengusung tema Kulturtama, para desainer dengan enam label fashion ini akan merefleksikan budaya Indonesia dalam karya terbaru mereka yang akan mewarnai perkembangan fashion Indonesia tahun ini. “Keragaman budaya adalah salah satu elemen utama yang memberikan identitas unik pada industri fashion Indonesia. Tokopedia percaya bahwa dengan ekosistem yang tepat, pengembangan industri fashion berbasis kebudayaan lokal berpotensi besar menjadi penggerak ekonomi nasional. Karena itu, Tokopedia sangat menyambut baik kolaborasi bersama IFW 2018 dan para desainer Indonesia melalui koleksi bertema Kulturtama,“ ujar Melissa Siska Juminto, COO Tokopedia pada 31 Maret 2018, di Jakarta Convention Center. Melissa menjelaskan bahwa kolaborasi ini juga merupakan bagian dari komitmen Tokopedia untuk m...

IPC Pelabuhan Indonesia II Persero luncurkan PT PII Pelabuham Indonesia Investama

IPC Pelabuhan lndonesia ll (Persero) meluncurkan lagi anak perusahaan baru yg bergerak khusus di bidang investasi bernama PT Pelabuhan lndonesia Investama (PII). Peluncuran anak usaha IPC ke-17 ini diresmikan oleh Direktur Utama IPC, Elvyn G, Hasassya serta turut hadir jajaran Direksi IPC Group, perwakilan asosiasi, penyedia jasa serta lembaga keuangan dan perbankan, BUMN, dan pengguna jasa IPC. Komposisi Kepemilikan modal dari PT Pelabuhan lndonesia Investama (Pil) adalah 99% milik lPC dan 196 milik PT Multi Terminal indonesia yang juga merupakan salah satu anak perusahaan iPG. Anak Perusahaan ke 17 dari lPC ini akan dipimpin oleh Randy Pangalila sebagai Direktur Utama. dan Iman Rachman yang juga Direktur Keuangan IPC bertindak sebagai Komisaris Utama PII memiliki visi menjadi Perusahaan investasi yang terkemuka di sektor kepelabuhanan dan pendukungnya yang bertujuan untuk menciptakan nilai yang maksimal bagi stakeholders melalui standar pengelolaan yang berkelas dunia. Hingga 2...

Adventure-Drama Karya Yang Berbeda Dari Screenplays Pictures Di Film 'BUFFALO BOYS'

Infinite Studios bekerja sama dengan Zhao Weil Films dan Screenplay Infinite Films, menghadirkan film 'Buffalo Boys' film adventure -drama bernuansa masa penjajahan belanda di Indonesia, mengambil latar tempat Jawa Tengah pada abad ke-19.Jajaran artis yang bermain di film ini antara lain, seperti Ario Bayu, Yoshi Sudarso, Pevita Pearce, Tio Pakusadewo, Mikha Tambayong, Hannah Al Rasyid, Zack Lee, Happy Salma dan Alex Abad. Inti dari cerita film ini adalah dua kakak adik,Jamar (Ario Bayu) dan Suwo (Yoshi Sudarso) yang ingin membalas dendam ayah mereka. Ayah dua bersaudara ini diasingkan di Amerika. Sutradara Buffalo Boys Mike Wiluan mengatakan film ini memakai sejarah indonesia yang sangat dalam dengan campuran seperti western. ltulah konsep yang dipakai oleh Mike dan genre tersebut dikatakannya sudah populer sejak lama, khusus dari Indonesia, ada rasa budaya Indonesia di filmnya. budaya Indonesia di filmnya. "Sebetulnya itu (yang) muncul di Buffalo Boys," uj...